Manusia merupakan salah satu dari Alam berupa jenis makhluk Hayawanat (hewan). manusia musyarokah dengan sapi, kerbau dan binatang lainnya dalam butuh makan , minum
tentunya Manusia mempunyai keistimewaan dari pada binatang, salah satunya Akal. Manusia mengetahui sesuatu perkara yang sebenarnya karena kekuatan Akalnya.
Oleh karenanya Manusia diwujudkan ke Alam untuk BerAmal, Beribadah. tentunya Ibadah itu hanya bisa diketahui oleh Manusia tidak dengan makhluk yang lainnya. Allah telah menyatakan dalam Al Quran dalam surat Adz Dzariyat;

56. Dan aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
setiap langkah Amal manusia baik atau buruknya akan dibalas sesuai dengan Amalnya. sebagaimana Firman-Nya :
Orang yang berAmal jelek pasti dibalas dengan yang sebanding. (An Nisa : 123).
secara garis besar Manusia terbagi dua dalam segi akidah. Mumin dan Kafir. dalam Al Quran dinyatakan Kafirin itu tidak berakal sebagai balasan dari Allah sebagaimana dalam salah satu ayat dinyatakan : Dan perumpamaan orang-orang Kafir adalah seperti pengembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. mereka tuli, bisu, dan buta maka (oleh karena itu) mereka Tidak BerAkal. Kafirin disebutkan demikian karena Akal mereka tidak menunjukinya kepada Kebenaran. Dan semestinya manusia diberi Akal itu supaya bertauhid. kekuatan Akal itu dapat memperoleh pengetahuan adanya perkata yang Ghaib karena pemberitahuan dari Allah Swt.
sedangkan Muminin merupakan orang-orang yang BerAkal karena bertauhid, beriman kepada Allah Swt berdasarkan pengetahuannya yang benar.
kerusakan apa pun yang ditimbulkan oleh Binatang tidak dituntut balasan. Berbeda dengan Manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar