Selasa, 29 Oktober 2013

pentingnya ilmu mantik

Manusia adalah hayawanun natiq, manusia memiliki dzat hayawan yang dzat ini adalah termasuk dalam sifat yang umum dan natiq (berbicara) adalah sifat yang khusus. Yang membedakan jenis makhluk yang lainnya.
Tentunya berbicara itu tidak langsung lewat mulut, akan tetapi dipikirkan dahulu apakah perkataan semacam demikian benar dengan kenyataan yang terjadi (muthobik lil waqi') atau tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi (ghoer muthobiq lil waqi'). ilmu mantikYang mesti diperhatikan adalah bagaimana sehingga perkataan itu benar. Tentu harus ada qoidah untuk menyelamatkan pikiran dari kesalahan berpikir. cara berpikirnya mengenai satu masalah sehingga menimbulkan natijah (kesimpulan), adalah dengan berpikir yang didasari dengan aturan cara berpikir yang
benar.
meskipun manusia adalah makhluk yang berpikir, tapi tidak setiap berpikirnya itu benar. Bahkan bisa jadi banyak kesalahan. Seperti saja ada orang yang mengatakan bahwa semua agama itu benar. Tentu ini adalah kesimpulan dari cara berpikir yang salah. Coba kita tanyakan, apakah benar itu mau ditentukan menurut kita ? apakah agama yang benar itu menurut kita ? tentu kita hidup di bumi ini bukan kemauan kita, lalu kemauan siapa, lalu tujuannya apa kita hidup di dunia ini.
Akal tidak dapat mengetahui yang ghoib, kita akan mengatakan bahwa alam semesta ini ada yang menciptakan. Lebih dari pembahasan itu kita tidak akan mengetahui. Agama Islam diturunkan untuk menyelamatkan akal manusia dari khayalan atau bayangan yang tidak dapat dibuktikan dengan kenyataan yang terjadi. Kita mengetahui adanya Allah Swt dengan perantara Rasul-Nya. Yang dapat dibuktikan dengan ilmu yang nyata kebenarannya.
Sehingga ada Ulama yang mengatakan ilmu mantik itu adalah dari Al Qur'an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar